Arti Kata Ramadhan dan Persiapan Menyambutnya
Makna Arti Kata Romadhon dan apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menyambul Bulan Suci Romadhon
Ada 5 (Lima) Persiapan yang perlu diperhatikan
- Persiapan Fisik / Jasmani الإِسْتِئْدَادْ جَسَادِىْ
- Persiapan hati / Mental / Rohani الإِسْتِئْدَادْ رُوْحِىْ
- Persiapan Ilmu الإِسْتِئْدَادْ فِكْرِىْ
- Persiapan Logistik / Harta Benda الإِسْتِئْدَادْ مَالىِ
- Persiapan lingkungan الإِسْتِئْدَادْ جَارِىْ
Ramadhan (رمضان) menurut shahabat ‘Ali bin Abi Tholib, setiap huruf mempunyai arti :
ر = Rohmat
م = Maghfiroh
ض = Dhomana (Allah menjamin keselamatan dari neraka)
ا = Aman
ن = Nikmat (Merasa senang dan puas)
Berdasar firman Allah pada surat Al Baqoroh ayat 183; orang-orang mukmin diwajibkan siyam :
“Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”
Syarat-syarat wajib Siyam ada lima, ialah :
1.
Islam 4.
Kuat Siyam
2.
Baligh 5.
Bersih / Suci dari Haid dan Nifas
3.
Berakal
Rukun Siyam ada Dua, ialah :
1.
Niat
2.
Menahan diri dari yang membatalkan
siyam (ada enam yang membatalkan siyam) ialah :
1.
Makan dan minum yang disengaja
2.
Muntah yang disengaja
3.
Bersenggama
4.
Keluar haid dan nifas
5.
Keluar mani dengan sengaja
6.
Gila
Menurut Ibnu Katsir, Siyam mempunyai lima hal
/ keistimewaan :
1.
Siyam adalah ibadah yang panjang
waktunya
2.
Siyam adalah ibadah yang sangat
rahasia / tak tampak
3.
Siyam adalah ibadah yang pahalanya
tak dijelaskan
Menurut HR. Ahmad, Nasa-i dan Hakim : عَلَيْكَ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لاَعِدْلَ لَهُ (Pahala
siyam itu tidak ada bandingannya). Dijelaskan juga oleh HR Muslim :
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ اْلحَسَنَةُ بِعَسْرِ اَمْثاَلِهَا اِلىَ
سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ, قَالَ اللهُ: اِلاَّ الصَّوْمَ فَهُوَ لىِ وَاَناَ اَجْزِبِهِ
“Semua amal anak Adam pahalanya dilipat gandakan
dari sepuluh sampai tujuh ratus ; Allah berfirman : Kecuali Ibadah Siyam itu
untuk-Ku dan Aku langsung yang akan memberi pahala”.
4.
Siyam adalah ibadah pribadi yang
diakhiri dengan ibadah sosial, yaitu pada akhir Ramadhan kita wajib zakat
Fitrah untuk orang fakir miskin:
وَلِحَدِيْثِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّ اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ: زَكَاةَ اْلفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ الَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً
لِلْمَسَاكِيْنِ, فَمَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُوْلَةٌ
وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ (رواه ابو داود وابن ماجة والحاكم)
Dan menilik
hadits dari Ibnu ‘Abbas, berkata: “Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah
untuk mensucikan diri orang yang bersiyam dari perkataan sia-sia dan busuk
serta untuk memberi makan kepada orang-orang miskin, maka siapa yang melakukan
sebelum shalat Ied itulah zakat yang diterima (Makbul) sedang yang melakukan
sesudah shalat maka itu sekedar shadaqah biasa”.
5.
Siyam adalah ibadah yang syarat
dengan banyaknya tantangan / godaan yang merusak siyam
Ada
lima yang merusak siyam : خَمْسُ خِصَالٍ
تَنْقُضُ الصَّوْمَ
اَلْكِذْبُ(dusta), وَاْلغِيْبَةُ (Mengumpat /
Ngrumpi), وَالنَّمِيْمَةُ (menyebar Fitnah / Adu-adu), وَيَمِيْنُ الزُّوْرِ (Sumpah Palsu), وَاسْتِرْسَالُ النَّظَرِ اِلىَ مَا حَرَمَ الشَّرْعِ (memandang yang berlebihan
sampai diharamkan oleh syar’i).
Jika siyamnya rusak maka tidak mendapatkan
pahala :
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ
لَهُ مِنْ صِيَامِهِ اِلاَّ اْلجُوْعُ وَاْلعَطَسُ
(Berapa
banyak orang yang melaksanakan siyam tidak mendapat apa-apa dari siyamnya itu
kecuali hanya lapar dan haus saja). HR. Nasa-i dan Ibnu Majjah.
Padahal kita mengharap sebagaimana HR Muslim :
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ
اِيْمَانًا وَاحْتِساَباً غُفِرَ لَهُ مَاتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(Barang
siapa yang siyam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala akan
diampuni dosanya yang telah lalu)
Selanjutnya setelah kita dalam bulan Ramadhan
maka amalkan / lakukan :
1.
Malam harinya shalat Tarowih /
Witir / Qiyamur Romadhan / Qiyamul Lail / Tahajud :
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ
اِيْمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
(Barang siapa
yang shalat malam pada bulan Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala
akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu)
Jangan sampai :
رُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ
لَهُ مِنْ قِيَامِهِ اِلاَّ الشَّهَرُ
(Banyak orang yang melaksanakan shalat malam tidak
mendapat apa-apa kecuali hanya mendapat jaga malam saja). HR. Bukhori dan
Muslim.
Yang diharap dari
siyam dan shalat malam ialah :
فَمَنْ صَامَهُ وَقاَمَهُ
اِيْمَاناً وَاحْتِساَباً خَرَجَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ اُمُّهُ
(maka barang siapa yang siyam dan shalat malam
dengan iman dan mengharap rahmat Allah akan keluar dosanya seperti hari
lahirnya bayi dari ibunya)HR. Khuzaimah.
2.
Niyat siyam sebelum fajar
مَنْ لَمْ يُجْمِعِ
الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلاَ صِيَامَ لَهُ
(Barang siapa yang tidak berniat siyam sebelum fajar maka
baginya tidak dinamakan siyam / tidak sah siyamnya). HR. Khomsatu.
3.
Sering-seringlah memberi makan /
futur / buka siyam :
وَكَانَ لَهُ مِثْلُ اَجْرِهِ
مِنْ غَيْرِ اَنْ يَنْفُصَ مِنْ اَجْرِهِ شَيْئٌ
(Orang yang memberi makan untuk berbuka siyam baginya pahala
seperti pahala orang yang mengerjakan siyam itu tanpa sedikitpun berkurang)HR.
Khuzaimah
4.
Perbanyaklah amalan sunah :
مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ
بِخَصْلَةٍ مِنَ اْلخَيْرِ كَانَ كَمَنْ اَدًّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ
(Siapa yang mendekatkan dirinya kepada Allah dengan suatu
pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan
fardhu di bulan yang lain) HR. Khuzaimah.
Contoh : Mengamalkan
Dzikrullah / tanggal 23 Mei 2010.
5.
Perbanyaklah tadarus Al-Qur’an
مَنْ قَرَاءَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ تَعَالىَ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَاْلحَسَنَةُ
بِعَشْرِ اَمْثَالِهَا, لاَاَقُوْلُ آلم حَرْفٌ وَلَكِنْ اَقُوْلُ اَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ
حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ.
Barang siapa membaca satu
huruf Kitab Allah Ta’ala (Al-Qur’an) maka ia akan diberi satu kebaikan dan satu
kebaikan akan digandakan menjadi sepuluh kebaikan; aku tidak mengatakan آلم satu huruf tetapi ا satu huruf dan ل satu huruf dan م satu huruf.
6.
Perbanyaklah berdo’a :
اَللَّهُمَّ اِنَّكَ عَفْوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عّنِّيْ
Ya Allah sesungguhnya Engkau
maha pengampun suka mengampuni dan ampunilah aku.
7.
Usahakan mendapat malam Lailatul
Qodar
Malam kemuliaan itu lebih
baik dari seribu bulan.
8.
Pada malam hari raya Idul Fitri
perbanyaklah takbiran sampai sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.
Allah berfirman pada akhir
Surat Al-Baqarah ayat 185 :
dan hendaklah kamu
mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya
yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
9.
Pada pagi
harinya kita melaksanakan Shalat Idul Fitri 2 rakaat, pada rakaat pertama
bertakbir 7 kali dan pada rakaat kedua bertakbir 5 kali dan bacaan lainnya
seperti shalat biasa.
10. Patutlah kiranya kita bersyukur dapat
mengakhiri bulan Ramadhan dengan segala peribadatan kami dan juga kita telah
mendapatkan ampunan dari Allah SWT.
Jangan
kiranya kita memasuki bulan Ramadhan dan mengakhirinya belum mendapatkan
ampunan.
رَغَمَ اَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانَ وَتَمَّ رَمَضَانَ قَبْلَ
اَنْ يَغْفِرَ لَهُ
“Celakalah orang yang memasuki
bulan Ramadhan sampai bulan Ramadhan terakhir belum mendapat ampunan.
(Al-Hadits)
Terima kasih telah membaca artikel kami yang berjudul: Arti Kata Ramadhan dan Persiapan Menyambutnya, jangan lupa IKUTI website kami dan silahkan bagikan artikel ini jika menurut Anda bermanfaat. Simak artikel kami lainnya di Google News.
Dukung elzeno.id dengan memilih salah satu metode donasi di bawah ini:
Gabung dalam percakapan